So-net無料ブログ作成
検索選択
PARTIKEL(助詞・接続詞) ブログトップ

TATTA, TADA, SHIKA, DAKE, NOMI, BAKARI, DAN SAE [PARTIKEL(助詞・接続詞)]

Terkadang kita sering dibingungkan oleh kehadiran partikel-partikel seperti ini. Artinya bisa sama, namun sebenarnya cara pemakaian berbeda-beda. Baiklah, kita bahas satu persatu.
TATTA (cuma)
Contoh:
TADA (biasanya pembicara memandang skala/ukuran kecil)

SHIKA & DAKE
Kita sering mendengar ungkapan dake dan shika (artinya hanya). Apakah perbedaan dan bagaimana cara penggunaannya dalam kalimat. Di samping itu banyak sekali ragam selain dake dan shika,,,seperti: bakari,nomi, tatta,tada, tannaru.. .honno,moppara.
Kalau dalam bahasa Indonesia misalnya:hanya, saja, melulu, cuma, semata-mata. ..
Masalahnya, dalam bahasa Jepang ungkapan tersebut sering divariasikan atau digabung dengan kata depan, bahkan perubahan bentuk kata kerjanya yang membuat kita bingung dan kesulitan. Mari kita perhatikan contoh kalimat berikut:
1. Watashi wa ima (tada) 1000en shika motte imasen.
2. Watashi wa ima (tada) 1000en dake motte imasu.
=saya sekarang hanya ada/punya 1000 yen.
3. Kyuri shika tabenai (makan hanya kyuri/mentimun saja)
4. Kyuri dake tabenai (kyuri/mentimun saja tidak makan) sama halnya dengan no.5
5. Watashi wa butaniku dake tabenai (tidak makan daging babi saja)
Pembahasan:shika biasanya diikuti bentuk negatif, tapi kalau dake bisa keduanya.

1. Watashi dake kono paatii de kanoujo o kisu shita
(Watashi shika kono paatii de kanoujo o kisu shinakatta)
2. Watashi wa kono paatii dake kanoujo o kisu shita
(Watashi wa kono paatii shika kanoujo o kisu shinakatta)
3. Watashi wa kono paatii de kanoujo dake kisu shita
(Watashi wa kono paatii de kanoujo shika kisu shinakatta)
Apakah dake dan shika juga dapat menggantikan wa sebagai pewatas subjek, de sebagai pewatas keterangan tempat dan contoh 3 menggantikan o sebagai pewatas objek?

(1).Tegami wa watashi shika todokimasendeshita.
(hanya/cuma saya yang mendapat surat)
(2).Tegami wa watashi dake todokimasendeshita.
(hanya/cuma saya yang tidak mendapat surat)
Pengertian kalimat (1) dan (2) jelas berbeda. Kalimat(1) menyatakan cuma saya yang mendapat surat, yang lain tidak. Kalimat (2) menyatakan hanya saya yang tidak mendapat surat,sedangkan yang lain (selain saya) dapat.

Ingat saja polanya (...SHIKA + nai -bentuk negatif
saja) dan (DAKE + bisa negatif/positif)
Shika harus diikuti bentuk negatif.
Misalnya:Tonikaku, sore wa yaru shika nai wake desu
yo! (Pokoknya, kalau itu cuma bisa dikerjakan lho!)
*Perasaan apa boleh buat: tidak ada cara selain
mengerjakannya. .. *wake=pengungkapan alasan..

Terkadang ada kalimat penggabungan DAKE dan SHIKA:
①.Koko dake de shika kaenai (hanya di sini saja kita
bisa beli)
②.Anata dake shika tsukaenain dakara! (hanya kamu
saja yang bisa memakainya.. .) *dakara=menyatakan
hubungan sebab akibat.
③.Ima dake shika taberarenai pan (Roti yang hanya
bisa dimakan sekarang saja) *besok atau lusa roti
tersebut tidak dibuat/tidak bisa makan...Biasanya toko
yang menyediakan roti spesial (kikan gentei
hanbai=penjualan waktu terbatas/tertentu) . Misalnya
roti rasa kare, rasa cokelat melon, dsb...

Hal ini ditujukan sebagai penegas saja (DAKE + SHIKA
NAI)..

DAKE dan KATA BANTU

Menurut Yoshiyuki Morita (1971), ada perbedaan menarik antara makna "dakede" dan "dedake".
(1)a. Chuusha dakede naoru
b. Chuusha dedake naoru

DAKEDE pada(1a) menyatakan: "Meskipun disertai berbagai macam cara lainnya, minimal hanya dengan suntik akan sembuh". Namun, DEDAKE pada (1b) menyatakan "Dengan cara lain jelas tidak bisa, hanya dengan suntik akan sembuh". Dengan demikian (1a) memiliki arti pembatas minimal yang diperlukan dalam batasan hal/masalah, sedangkan (1b) menyatakan batasan sesuatu hal yang seharusnya dapat diambil sebagai satu cara pengobatan.

[TINJAUAN 2] DEDAKE di sini karena adanya batas dari satu keputusan terhadap cara tindakan pada hal/ masalah yang kenyataannya itu bisa terwujud atau tidak. Bukan fakta kebenaran yang terperinci saja, tetapi kebanyakan konsep ungkapan berasal dari adat kebiasaan, kebenaran, unsur kemungkinan, keterkabulan.
[TINJAUAN 3] Menurut alasan di atas, jika (1b) diubah ke [Bentuk lampau & selesai] ...DEDAKE...SHITA, serta [Bentuk kesinambungan dan situasi kondisi] ...DEDAKE...SHITEIRU maka akan terasa pelik.
(2)a. *Sengetsu hiita kaze wa chuusha dedake naotta.
b. *Boku no kaze wa, itsumo chuusha dedake naotteiru.
(3)a. Sengetsu hiita kaze wa baiyaku (kusuri) dakede naotta.
b. Boku no kaze wa, itsumo baiyaku (kusuri) dakede naotteiru.

[TINJAUAN 4] Karena DEDAKE dianggap sebagai cara bicara yang membatasi hanya suatu perihal/masalah tertentu, maka tidak bisa memperkirakan kondisi yang lain. Oleh sebab itu, "DEDAKE MO"tidak mungkin diungkapkan atau tidak diakui keberadaannya.
(4)a. Ano yama wa, jidousha dedake wa noborenai. (kalau cara selain mobil semuanya mungkin..)
b. *Ano yama wa, jidousha dedake mo noboreru.

Namun lain halnya dengan DAKEDE,yang asalnya mengandung unsur asumsi (zentei) yang di perkirakan, sehingga bisa dikombinasikan dengan kata bantu [WA atau MO].
(5)a. Ano yama wa, jidousha dakede wa noborenai.
b. Ano yama wa, jidousha dakede mo noboreru.
(6) Futou nimo Ichiro to dake shomei shiteatta.
"Ichiro dake to" di sini tidak berlaku/berterima. Pada kalimat "Ichiro to dake itta/Ichiro dake to itta"timbul selisih perbedaan dalam lingkup pada bagian yang dikutip. Konsep singkat penting dalam tinjauan yang berkaitan dengan perbedaan makna DAKEDE dan DEDAKE menurut Morita di atas. Jika DAKE disambungkan dengan kata bantu selain DE, biasanya menjadi pola DAKE + Kt.bantu dan Kt.BAnTU+ DAKE yang di antara kedua pola tsb tidak menimbulkan beda arti. Perhatikan contoh kalimat berikut:
(7)a. Kazoku dake ni shirareru
b. Kazoku ni dake shirareru
(8)a. Haha dake ni wa ieru
b. Haha ni dake wa ieru
Tujuan dalam bab ini, pertama adalah utk memberikan cxontoh dengan menjaga keutuhan tinjauan Morita tentang perbedaan makna DAKEDE dan DEDDAKE, kemudian meninjau sifat khusus sistem gramatikal kedua pola tsb. Kedua, mencari hubungan DAKE dengan berabgai Kt.bantu seperti kara,ni,to,yori memperhatikan betul-betul apakah tidak terjadi perbedaan makna seperti yang disebut oleh Morita.
Ketiga, dalam urutan hubungan kt.bantu [bakari.nomi,kurai] juga, perlu dipikirkan apakajh ada perbedaan makna yang terlihat pada DAKEDE dan DEDAKE?
(sumber:Shinnihongo bunpo kenkyu Akira Kuno p.157-159)

Keterangan:
* Tidak gramatis/alami (fushizen)

-emhas-

http://www2.alc.co.jp/


PARTIKEL(助詞・接続詞) ブログトップ
メッセージを送る